Jumat, 23 Agustus 2013

FF BOYFRIEND

Title : Love Style
Genre : sad, romantic, komedi campur jadi satu
author : Sunny Uma Hanani
main cast : - Youngmin, Novela, Minwoo, Shanty, Fie
Deskripsi : FF ini tokoh dari member Boyfriend. Boyfriend adalah salah satu Boyband terkenal di Korea Selatan 

Selamat Menyaksikan :))

Love Style PART 1

“Cepat jelaskan padaku, kau bohong kan ? kau mencintaiku kan dan tak akan meninggalkanku ? cepat jawab!” lontar yeoja cantik bernama Novela dengan tangisan yang tersedu-sedu.
“Mian, Chagi. Aku dijodohkan dengan yeoja asal Indonesia bernama Shanty dan aku tak mungkin menolaknya karena demi perusahaan keluargaku. Ku harap kau mengerti. Aku akan tetap mencintaimu” Ucap namja tampan berambut pirang bernama Youngmin sambil memegan tangan Novela.
“oh… jadi karena aku miskin. Aku tahu, aku memang dari keluarga miskin, tapi kau tak bisa mempermainkan cintaku dan harga diriku ! baiklah, hubungan kita berakhir ! aku benci kau Young dan aku akan membalas atas penghinaan ini !” lontar Novela seraya pergi meninggalkan Youngmin sendiri.

Novela Pov*

Sudah lima tahun aku mengakhiri hubunganku dengan namja itu. Yah Youngmin, aku masih ingat atas penghinaannya. Demi harta, dia meninggalkanku demi yeoja kaya itu. Sungguh sakit.
“Presdir Novela silahkan anda menanda tangani berkas ini .” ucap sekertaris baruku bernama Minwoo.
“baik, tinggalkan saja. Nanti kalau sudah selesai, kau ku panggil lagi.” Lontarku kepada Minwoo.
“baik.” Ucapnya seraya pergi meninggalkan ruanganku.
“berkas partner bisnis, Style Fashion. Hah atas kepemilikan Youngmin ?? ternyata dunia memang sempit.”ucapku sambil tersenyum puas.
“Minwoo !” lontarku memanggil Minwoo.
“ada apa presdir ?” tanyanya dengan senyuman khas yang terkadang membuat terpesona.
“perusahaan Style Fashion, jelaskan tentang perusahaan itu !” lontarku dan seraya Minwoo menjawabnya.
“Style Fashion adalah perusahaan yang terkenal akan desain bajunya waktu tahun 2010. Namun sayangnya kini perusahaan ini dikabarkan mengalami kebangkrutan karena penjualan baju desainnya tidak laku di kalangan atas dan mereka tidak mendesain pakaian untuk kalangan bawah sehingga mereka kekurangan pemasukan dan akhirnya meminta pinjaman kepada perusahaan kita Love Style.”ucap Minwoo dengan jelas.
“tetap saja sombong.” Ujarku.
“siapa presdir ?”tanya Minwoo.
“Jo Youngmin, pemilik perusahaan Style Fashion. Oh iya, kau jangan memanggilku Presdir, panggil saja aku Novela.”ujarku dan dibalasnya dengan anggukan.
“Baik, Presdir. Hmm maksudku Novela, nanti setelah jam makan siang ada pertemuan dengan perusahaan Style Fashion.” Ujar Minwoo mebuatku senang.
“Baiklah, Akhirnya !”ucapku dengan senyum kemenangan.

*Youngmin poV

“Sayang, nanti setelah makan siang kita ada pertemuan dengan perusahaan Love Style. Perusahaan yang akan memberikan pinjaman kepada perusahaan kita.” Ujar yeojachinguku Shanty yang merangkap menjadi sekertarisku.
“perusahaan Love Style ?? Bukankah itu perusahaan baru dari Amerika yang mendesain untuk kalangan bawah ?! apa kau yakin chagi ? perusahaan itu tidak selevel dengan perusahaan kita !”ujarku kesal karena ku tahu perusahaan itu memang tidak selevel dengan perusahaanku.
“berhentilah dengan egomu, Young ! Style Fashion bisa hancur jika kau terus begini ! kita butuh dana untuk memproduksi baju desain kita !” ucap Shanty membuatku sejenak berfikir.
“Benar juga ucapanmu, Chagi. Baiklah kita akan bekerja sama dengan Love Style. Pertemuan diadakan dimana ?”ujarku.
“di Perusahaan Love Style.”ucap Shanty dengan senyum mengembang.
“oke, siapkan berkas-berkas yang harus dibawa !”ujarku.
“Siap Sayang !” ucap Shanty lalu mencium pipiku seperti biasa.
“Dulu aku telah mengorbankan perasaanku demi Style Fashion, dan sekarang tak ku biarkan Style Fashion hancur begitu saja !” batinku dalam hati

~ Di PERUSAHAAN LOVE STYLE

“berkas-berkas sudah siap ?” ujarku pada Shanty.
“sudah, sayang.”ucap Shanty.
“(memasuki ruangan) Good Afternoon ! Nice To meet you ”ujarku saat memasuki ruangan meeting, ku lihat yeoja duduk dengan kursi yang diputar.
“Nice To Meet You too.” Ujar yeoja itu dengan senyum mengembang. Mwo ? impossible, yeoja itu Novela. Yeoja yang ku tinggalkan dulu demi Shanty yang kaya.
“Kau ??”sautku kembali.
“Ne, Aku Novela. Apa kau lupa denganku ? oh dan siapa ini ?”ujar Novela seraya bersalaman dengan Shanty.
“aku Shanty, sekertaris Presdir sekaligus tunangannya. Apa kau teman Young ?” Ujar Shanty.
“oh iya, Dia temanku dulu. Silahkan duduk !”ujar Novela dan aku sangat canggung, aku masih belum percaya dan ku lihat dia menatapku dengan senyuman manis. Namun ku tahu itu senyuman pertarungan.

Presentasiku telah selesai ku utarakan dan berkas – berkas sudah ku serahkan. Ku lihat Novela tersenyum kepadaku. Tapi ku rasa itu bukan senyum kepuasan.
“Baiklah, cukup sampai disini perjumpaan kita hari ini. Akan ku baca lagi berkas-berkas itu dan bila aku tertarik kau akan ku hubungi.”ujar Novela membuat hatiku sakit. Aku tak pernah mendapat partner yang sesombong ini dan menghina hasil kerjaku.

“Baikah, kami permisi untuk kembali ke Style Fashion.” Ucap Shanty lalu pergi.
“Oh iya apa kau sudah makan siang tadi ?”ujar Novela kepada Namja berwajah babyface sekertarisnya.
“siapa namja itu ? Mengapa Novela begitu perhatian dengannya ?” batinku dalam hati.
“sayang, ayo kita masih harus bertemu satu client lagi !” ujar kekasihku menghentikan lamunanku.
“Hah ? Apa? Oh iya aku berangkat.”ucapku sedikit gugup karena masih memikirkan Novela.
“Ih malah ngelamun, ayo !”ucap kekasihku dan segera aku mengikutinya.

Novela PoV*

Saat Young mau meninggalkan ruangan, ku lihat Dia menoleh dan menahan pandangannya yang sinis kepadaku yang tengah asyik berbincang dengan Minwoo. Kini ku tahu kelemahanmu, Young.
“Novela, mengapa kau melamun dan senyum-senyum sendiri ?”ujar dongsaengku yang manis Fiefiet, yang sering ku panggil Fie.
“Sok tahu. Siapa yang melamun ?”ucapku dengan memasang wajah cuek.
“Aish kau ini dari dulu, menjengkelkan !”ujarnya kesal.
“Sudah anak kecil diamlah !”ucapku.
“Apa kau lupa ? aku sudah kelas 1 SMA kau bilang masih anak kecil ?”ujarnya semakin kesal. Ya, meskipun dongsaengku sudah Sma aku masih menganggapnya anak kecil karena sifatnya yang masih polos.
“Ah sudahlah, sana tidur !”ucapku.
“hash, dasar cerewet !”ujar Fie lalu meninggalkan ruanganku.
“Hmm, jika ku mengingat Young. Hati ini sakit sekali, tapi sesungguhnya aku masih cinta.”batinku dalam hati.
*Youngmin pov
“Hari ini ada pertemuan dengan perusahaan Love Style, otomatis aku akan bertemu dengannya.”ucapku dan tiba-tiba dipotong oleh kekasihku.
“Bertemu dengan siapa ?”ujar Shanty.
“Eh, bukan siapa-siapa chagi.”ujarku terbata-batah.
“Kau bohong ! aku sangat hafal dengan ekspresi wajahmu.”ujarnya yang membuatku marah.
“Aku kan sudah bilang ! aku tidak memikirkan siapa-siapa ! kenapa kau selalu curiga denganku ! Crazy !!”lontarku seraya pergi meninggalkan Shanty.
“Young !”lontarnya dan mengikutiku.
“Sudahlah daripada kau menuduhku yang bukan-bukan, lebih baik kau menyiapkan data yang akan dibahas untuk besok “ujarku menuju depan kantor.
“Young, kau mau kemana ?Tunggu dulu !”ujar Shanty menahanku sehingga berkasku jatuh berantakan di lantai dan tak kusangka fotoku bersama Novela jatuh di lantai langsung diambil Shanty.
“Ini foto kau dengan..”ucapnya terbata-batah dan ku lihat air matanya menetes dengan derasnya.
“ini fotoku dengan Shanty ! Ne, aku pernah berhungan dengannya. Bahkan aku masih menyimpan rasa kepadanya !”ucapku menjelaskan kepada Shanty.
“Jadi selama ini kau, kau jahat! kita putus !”ujarnya seraya pergi meninggalkanku dengan sejuta tangis yang membuatku perih.
“Ah aku tak peduli dengan tangisan itu ! karena ku tahu ku mencintai Novela.”batinku dalam hati.

Minwoo poV*

“Kalau dilihat-lihat Novela itu sangat cantik, dan dia perhatian denganku. Aish waeyo aku jadi kepikiran Novela ? “batinku tanpa memperhatikan lantai yang licin sehingga aku menimpa tubuh yeoja itu.
“Cupp.. “ suara kecupanku yang langsung mendarat di bibir mungil yeoja itu dan cukup bertahan lama.
“Heh, apa yang kau lakukan ????” ujar Novela mendorongku, ya yeoja yang ku cium itu adalah bos cantikku Novela.
“Mianhe,aku tak sengaja. Aku terpeleset karena lantai licin itu. Sungguh !”ucapku mencoba menjelaskan.
“Ih menyebalkan !” ucap Novela sambil merapikan bajunya dan pergi meninggalkanku.
“Aduhh salah fatal !”ujarku seraya duduk di meja kerjaku.
Di meja kerja
“Aduh bodoh sekali,waeyo aku bisa menciumnya ?Ahh bodoh !”batinku dalam hati sambil memutar-mutarkan bulpoint yang ku pegang.
“Kau ikut aku ke ruangan !” ujar Novela dengan ketus.
“Aduh, dipecat ini !”batinku dalam hati.
“Duduk !”ujar Novela sambil melirikku dengan sinis.
“Mianhe, aku benar-benar tidak sengaja. Sungguh, aku mohon jangan pecat aku.”Lontarku dengan wajah melas.
“Hah pecat ? Siapa yang akan memecatmu ? Ih kau jangan kepedean ya, siapa yang peduli dengan ciumanmu tadi.”ujarnya.
“Ah sudahlah, kau ku panggil kesini untuk menelpon perusahaan Style Fashion. Nanti pertemuannya dipindah di Taman kita saja.”sautnya kembali dengan wajah yang serius.
“Baiklah.”ujarku seraya meninggalkan ruangannya.

*Novela pov

-flashback
“Cup..”suara kecupan dari namja tampan yang tepat di bibirku membuatku terperangah, namja itu Minwoo.
“Heh apa yang kau lakukan ?” ujarku sambil mendorongnya.
_now_
“waeyo with me ? kenapa aku kefikiran hal tadi, dan hati ini bergetar saat Dia tiba-tiba..”ujarku.
“Ah apa yang kau pikirkan Nov ? Ne, lebih baik aku konsentrasi untuk menghancurkan Style Fashion, tinggal satu langkah lagi untuk menghancurkan Young !”ujarku sambil tersenyum puas.
“Minwoo apa sudah kau beritahukan ?”tanyaku pada Minwoo yang sedang mengotak-atik laptopnya.
“Sudah, katanya mereka dalam perjalanan.”ujar Minwoo.
“Baiklah sekarang kita kesana.”lontarku.
“Sekarang Nov ?”tanyanya.
“Enggak tahun depan, ya sekaranglah.”ucapku sambil memanyunkan bibirku karena kesal.
“Haha jika raut wajahmu seperti itu kau sangat menggemaskan !”ujarnya sambil mencubit pipiku.
“Ih kau !” lontarku kesal.
“Mianhe, aku tidak bermaksud.”ujarnya
“Ya sudahlah ayo kita ke taman sekarang !”ucapku sambil membalikkan badan dan tersenyum mengembang. Entah mengapa aku senang sekali saat Dia mencubit pipiku.

DI TAMAN

“Anyeong, selamat siang.”sapa Youngmin dengan senyum mengembang. Sebentar aku tak melihat yeojachingunya.
“Ne, selamat siang. Dimana sekertarismu ?”tanyaku.
“Dia tidak datang,ada urusan.”ujarnya.
“baiklah kita mulai perundingannya.”ucapku.
“Begini, menurut perhitungan yang selektif antara untung rugi bekerja sama dengan perusahaanmu, ternyata yang ku temukan selama sebulan ini mengalami kerugian. Jadi mianhe, aku membatalkan kontrak kerja kita.”sautku dengan tersenyum ketus.
“Tapi…”ujarnya.
“sudahlah saudara Young, saya masih banyak urusan dengan perusahaan lain. Permisi. Ayo Minwoo kita pergi !”ujarku sambil menggandeng tangan Minwoo. Rasanya senang sekali akhirnya aku berhasil menghancurkan Style Fashion, karena tidak disadari pertemuan kami hanya membuang-buang waktunya dan malah membuatnya bangkrut. Tapi saat ku lihat tatapan itu, tatapan kekecewaan. Waeyo aku merasa sangat bersalah ? bukankah ini yang ku mau ?.
“Hei Kenapa kau melamun ?”ujar Minwoo sambil memegang pundakku.
“tidak, hanya kecapean.”ujarku mencoba membohonginya.
“Aku tahu kau sedang bohong.”ujarnya sambil menatap mataku.
“Ayo ikut aku !”sautnya kembali.
“kemana ?”tanyaku yang tiba-tiba ditarik Minwoo untuk menaiki motor merahnya yang besar.
“sudahlah.”ujarnya.

#
“Kita sudah sampai.”ujarnya dengan senyum mengembang.
“dimana kita ?”tanyaku sambil memandangi pemandangan danau yang sangat indah. Danau yang masih murni, dihiasi angsa-angsa yang menari dan kura-kura yang berdiam di bebatuan.

“Ini adalah danau favoritku, ku sebut dia Danau Beauty. Sejak kecil, jika aku sedih aku selalu kesini. Lalu aku menaiki perahu kayu yang dibuatkan oleh appaku sambil memandangi indahnya danau ini.”ujar Minwoo sambil menarikku untuk menaiki perahu.
“Bagaimana ? Apa kau suka ?”tanyanya.
“Aku suka sekali,its amazing.”ujarku sambil senyum mengembang.
“Baiklah, ayo turun !” ujar Minwoo sambil menarikku turun dari perahu lalu mengajakku duduk dibawah pohon yang sangat rindang.
“sekarang, coba jelaskan waeyo kau sedih Novela ?”tanyanya.
“Ceritanya panjang.”ujarku.
“ceritakanlah secara berurutan agar hatimu lega.”ujar Minwoo.
“Youngmin.”ujarku.
“Waeyo dengan Mr.Youngmin ?”tanyanya.
“Dia adalah bekas kekasihku, ya kekasihku, cinta pertamaku yang berhasil membuatku bahagia dan berhasil juga membuatku terluka.”lontarku mencoba menjelaskan dengan penuh derai air mata.
“Mwo ? Jadi dulu kalian adalah sepasang kekasih ?”tanya Minwoo.
“Ne”ucapku yang diiringi tetesan air mata yang tak kunjung berhenti.
“Sudahlah, jangan menangis. Aku selalu disini untukmu.”ujarnya sambil memelukku dengan erat.
“dan anehnya, mengapa setelah diriku berhasil menghancurkannya malah aku merasa bersalah ?”tanyaku pada diriku.
“sebenarnya sebuah kejahatan tidak perlu dibalas dengan kejahatan, jika kau membalasnya dengan kejahatan, apa bedanya kau dengannya ?”ujarnya membuatku sejenak berfikir.
“toh sebenarnya jalan berdamai itu lebih baik daripada harus membalaskan dendam yang tiada henti-hentinya.”sautnya kembali , tak ku sangka namja yang terlihat selalu bercanda bisa berbicara sebijak ini.
“Tapi aku sudah menghancurkan Young, bahkan mungkin sekarang semua harta bendanya disita oleh bank.”ujarku merasa bersalah.
“aku tahu Young sangat mencintai perusahaannya.”ujarku sambil merunduk semakin bersalah.
“Hei lihatlah aku, kau harus buktikan bahwa kau tidak sejahat dia.”ujarnya.
“Dengan cara apa ?”tanyaku.
“mungkin kau bisa mengajak bekerja sama dengan perusahaan Style Fashion.”ujarnya.
“maksudmu ?”lontarku kebingungan.
“ya, perusahaan love style akan bekerja sama dengan style fashion.”lontarnya dengan senyum mengembang.
“Baiklah.”ujarku.
“sekarang tersenyumlah,jangan kau ganti senyum manismu itu dengan tangis kesedihan karena itu akan mengurangi 1% dari kecantikanmu.”ujar Minwoo mebuatku kembali tersenyum.
“Namja ini, namja yang selalu membuatku bertanya? Seberapa hebatkah Dia ? yang bisa melunakkan dendam yang membara di hatiku menjadi cair seperti air yang terus mengalir tanpa hambatan sebuah dendam. Dan seberapa pintarnya dia ? yang berhasil menghapus air mataku dan merubah semua menjadi indah tanpa masalah. Dan seandainya saja dia adalah….”batinku dalam hati.
“hai, mengapa kau melamun ? sedang membayangkanku ya ?” tanyanya.
“Iih kau terlalu banyak mengaharap, haha.”ujarku sambil berlari mengejarnya karena dia mencubit pipiku.
“Ne, dan seandainya saja kau adalah namjachinguku, yang akan selalu menemaniku dan mewarnai hari-hariku dengan cinta.” Batinku dalam hati sambil mengulum senyum pada Dia, Minwoo.

Tiba-tiba dia berhenti dan mendekat kepadaku lalu ia berkata….

“Novela, would you be my girlfriend?”ucapnya membuatku senyum mengembang.
“Ini yang ku impikan .” batinku dalam hati.
“tidak, aku tidak mau !”ucapku acuh.
“ya sudahlah.”ujarnya kecewa.
“aku mau kita menikah, bukan sekedar pasangan kekasih.” Ucapku sambil merunduk malu.
“Mwo ??? tentu … tentu aku setuju ”ucapnya sambil mencium telapak tanganku dan memasangkan cincin yang dibuatnya sendiri dari beberapa ranting yang sudah rusak menjadi perhiasan yang sangat indah, benar-benar membuatku bahagia.

*Youngmin PoV*

“Sangat wajar jika Novela melakukan ini padaku. Bahkan mungkin semua ini tiada sebanding dengan apa yang ku perbuat dengannya sewaktu dulu. Aku memang bersalah, sangat bersalah.” Ujarku.
“Young !”lontar seorang yeoja, yeoja yang suaranya sangat familiar. Kuputuskan untuk membalikkan badan. Ne, yeoja itu Novela dan disampingya berdiri namja itu, Minwoo sekertarisnya atau lebih tepatnya calaon namjachingunya.
“Young, bisa kita bicara sebentar ?”tanya Novela tak ku jawab hanya ku ikuti jejak langkahnya membawaku ke tempat duduk di taman. Untuk sementara namja itu tidak mengikuti kami yang sedang berjalan bersama.
“mianhe, jeongmal mianhe.”ucapnya sambil meneteskan air mata.
“tak perlu minta maaf,karena aku yang salah. Bahkan semua yang kau lakukan ini tidak seberapa dengan kesalahanku dulu yang mengecewakanmu dan menghinamu.” Ucapku mencoba menjelaskan.
“tidak, kau memang salah tapi tidak seharusnya aku begini. Maukah kau bekerja sama denganku ?”tanyanya membuatku sedikit kaget.
“Apa kau yakin ?” tanyaku.
“Ne, ini cek pinjaman dariku dan selamat bekerja sama dengan perusahaan Love Style.”ujarnya dan berjabat tangan denganku.

Tiba-tiba namja itu datang..

“dan datanglah di acara pernikahan kami.”saut namja itu yang ku tahu namanya Minwoo.

Saat namja itu berkata demikian, sebenarnya hati ini sakit. Tapi sudahlah, mungkin Minwoo adalah namja yang tepat untuk Novela yeojaku tersayang.
“oh jadi kalian sudah berpacaran ?”tanyaku.
“Ne begitulah.”ucap Minwoo dan Novela kompak. Rasanya iri sekali, andaikan saja Shanty disini. Ne, seharusnya aku bersama Shanty. Dia yang selalu ada untukku tapi malah ku balas dia dengan….
“Tidak, Shanty..” ujarku sambil berlari.
“Kau mau kemana ?”tanya Novela.
“Aku mau mengejar cintaku ke Indonesia, Shanty….” Lontarku keras, rasanya aku tak mau melakukan kesalahan yang sama dan untuk kedua kalinya karena ku yakin yeoja yang ku cintai adalah Shanty.

DI INDONESIA, tepatnya di rumah Shanty.

“Permisi..” selalu ku katakana salam, karena ku tahu adat di negeri Indonesia menjunjung tinggi perilaku sopan.
“Iya, KAU !!!”lontar yeoja yang ku cinta dan langsung menutup pintunya dengan cepat.
“Shan, aku tahu kau marah. Mungkin tidak ada yang perlu dijelaskan, tapi yang kau harus tahu perhatianmu padaku menyadarkanku bahwa kau adalah cintaku ! ku mohon bukalah pintu rumah dan bukalah pintu hatimu dan ku mohon kembalilan ke pelukanku.”ujarku dan setelah sekian lama ku menunggu, ku lihat pintu rumah terbuka dan Shanty datang kepadaku.
“Apa kau benar dengan perkataanku ?”tanyanya.
“Aku benar, benar-benar mencintaimu.” Ucapku.
“aku juga benar-benar mencintaimu.” Lontarnya sambil memelukku, membuatku bahagia.
“sebentar, aku tidak mau jadi namjachingumu !”lontarku membentak.
“lantas yang tadi ?”tanyanya dengan wajah kecewa.
“aku tak mau kau jadi yeojachinguku, aku mau kau jadi istriku !”lontarku keras.
“hah ?”ucapnya sambil tersenyum.
“Ne, marry me ?”ucapku sambil menggenggam tangannya.
“tidak, aku tidak mau !”lontarnya membuatku kecewa.
“tidak ?”tanyaku.
“Ne, TIDAK mau untuk menolak lamaranmu !” ucapnya dengan senyum mengembang.
“are you serious ? waw I’m happy !!!”lontarku sambil memeluk Shanty.
“dan akhirnya kini ku tahu cinta sejatiku adalah Shanty. Yeoja yang selalu ada untukku disaat ku sedih atau senang. Yeoja yang tegar menghadapi namja yang keras kepala sepertiku.yeoja yang akan menjadi yeoja terhebatku.”batinku dalam hati.

END

(sunny hanani)

FF BOYFRIEND

Title : Love Style
Genre : sad, romantic, komedi campur jadi satu
author : Sunny Uma Hanani
main cast : - Youngmin, Novela, Minwoo, Shanty, Fie
Deskripsi : FF ini tokoh dari member Boyfriend. Boyfriend adalah salah satu Boyband terkenal di Korea Selatan 

Selamat Menyaksikan :))

Love Style PART 1

“Cepat jelaskan padaku, kau bohong kan ? kau mencintaiku kan dan tak akan meninggalkanku ? cepat jawab!” lontar yeoja cantik bernama Novela dengan tangisan yang tersedu-sedu.
“Mian, Chagi. Aku dijodohkan dengan yeoja asal Indonesia bernama Shanty dan aku tak mungkin menolaknya karena demi perusahaan keluargaku. Ku harap kau mengerti. Aku akan tetap mencintaimu” Ucap namja tampan berambut pirang bernama Youngmin sambil memegan tangan Novela.
“oh… jadi karena aku miskin. Aku tahu, aku memang dari keluarga miskin, tapi kau tak bisa mempermainkan cintaku dan harga diriku ! baiklah, hubungan kita berakhir ! aku benci kau Young dan aku akan membalas atas penghinaan ini !” lontar Novela seraya pergi meninggalkan Youngmin sendiri.

Novela Pov*

Sudah lima tahun aku mengakhiri hubunganku dengan namja itu. Yah Youngmin, aku masih ingat atas penghinaannya. Demi harta, dia meninggalkanku demi yeoja kaya itu. Sungguh sakit.
“Presdir Novela silahkan anda menanda tangani berkas ini .” ucap sekertaris baruku bernama Minwoo.
“baik, tinggalkan saja. Nanti kalau sudah selesai, kau ku panggil lagi.” Lontarku kepada Minwoo.
“baik.” Ucapnya seraya pergi meninggalkan ruanganku.
“berkas partner bisnis, Style Fashion. Hah atas kepemilikan Youngmin ?? ternyata dunia memang sempit.”ucapku sambil tersenyum puas.
“Minwoo !” lontarku memanggil Minwoo.
“ada apa presdir ?” tanyanya dengan senyuman khas yang terkadang membuat terpesona.
“perusahaan Style Fashion, jelaskan tentang perusahaan itu !” lontarku dan seraya Minwoo menjawabnya.
“Style Fashion adalah perusahaan yang terkenal akan desain bajunya waktu tahun 2010. Namun sayangnya kini perusahaan ini dikabarkan mengalami kebangkrutan karena penjualan baju desainnya tidak laku di kalangan atas dan mereka tidak mendesain pakaian untuk kalangan bawah sehingga mereka kekurangan pemasukan dan akhirnya meminta pinjaman kepada perusahaan kita Love Style.”ucap Minwoo dengan jelas.
“tetap saja sombong.” Ujarku.
“siapa presdir ?”tanya Minwoo.
“Jo Youngmin, pemilik perusahaan Style Fashion. Oh iya, kau jangan memanggilku Presdir, panggil saja aku Novela.”ujarku dan dibalasnya dengan anggukan.
“Baik, Presdir. Hmm maksudku Novela, nanti setelah jam makan siang ada pertemuan dengan perusahaan Style Fashion.” Ujar Minwoo mebuatku senang.
“Baiklah, Akhirnya !”ucapku dengan senyum kemenangan.

*Youngmin poV

“Sayang, nanti setelah makan siang kita ada pertemuan dengan perusahaan Love Style. Perusahaan yang akan memberikan pinjaman kepada perusahaan kita.” Ujar yeojachinguku Shanty yang merangkap menjadi sekertarisku.
“perusahaan Love Style ?? Bukankah itu perusahaan baru dari Amerika yang mendesain untuk kalangan bawah ?! apa kau yakin chagi ? perusahaan itu tidak selevel dengan perusahaan kita !”ujarku kesal karena ku tahu perusahaan itu memang tidak selevel dengan perusahaanku.
“berhentilah dengan egomu, Young ! Style Fashion bisa hancur jika kau terus begini ! kita butuh dana untuk memproduksi baju desain kita !” ucap Shanty membuatku sejenak berfikir.
“Benar juga ucapanmu, Chagi. Baiklah kita akan bekerja sama dengan Love Style. Pertemuan diadakan dimana ?”ujarku.
“di Perusahaan Love Style.”ucap Shanty dengan senyum mengembang.
“oke, siapkan berkas-berkas yang harus dibawa !”ujarku.
“Siap Sayang !” ucap Shanty lalu mencium pipiku seperti biasa.
“Dulu aku telah mengorbankan perasaanku demi Style Fashion, dan sekarang tak ku biarkan Style Fashion hancur begitu saja !” batinku dalam hati

~ Di PERUSAHAAN LOVE STYLE

“berkas-berkas sudah siap ?” ujarku pada Shanty.
“sudah, sayang.”ucap Shanty.
“(memasuki ruangan) Good Afternoon ! Nice To meet you ”ujarku saat memasuki ruangan meeting, ku lihat yeoja duduk dengan kursi yang diputar.
“Nice To Meet You too.” Ujar yeoja itu dengan senyum mengembang. Mwo ? impossible, yeoja itu Novela. Yeoja yang ku tinggalkan dulu demi Shanty yang kaya.
“Kau ??”sautku kembali.
“Ne, Aku Novela. Apa kau lupa denganku ? oh dan siapa ini ?”ujar Novela seraya bersalaman dengan Shanty.
“aku Shanty, sekertaris Presdir sekaligus tunangannya. Apa kau teman Young ?” Ujar Shanty.
“oh iya, Dia temanku dulu. Silahkan duduk !”ujar Novela dan aku sangat canggung, aku masih belum percaya dan ku lihat dia menatapku dengan senyuman manis. Namun ku tahu itu senyuman pertarungan.

Presentasiku telah selesai ku utarakan dan berkas – berkas sudah ku serahkan. Ku lihat Novela tersenyum kepadaku. Tapi ku rasa itu bukan senyum kepuasan.
“Baiklah, cukup sampai disini perjumpaan kita hari ini. Akan ku baca lagi berkas-berkas itu dan bila aku tertarik kau akan ku hubungi.”ujar Novela membuat hatiku sakit. Aku tak pernah mendapat partner yang sesombong ini dan menghina hasil kerjaku.

“Baikah, kami permisi untuk kembali ke Style Fashion.” Ucap Shanty lalu pergi.
“Oh iya apa kau sudah makan siang tadi ?”ujar Novela kepada Namja berwajah babyface sekertarisnya.
“siapa namja itu ? Mengapa Novela begitu perhatian dengannya ?” batinku dalam hati.
“sayang, ayo kita masih harus bertemu satu client lagi !” ujar kekasihku menghentikan lamunanku.
“Hah ? Apa? Oh iya aku berangkat.”ucapku sedikit gugup karena masih memikirkan Novela.
“Ih malah ngelamun, ayo !”ucap kekasihku dan segera aku mengikutinya.

Novela PoV*

Saat Young mau meninggalkan ruangan, ku lihat Dia menoleh dan menahan pandangannya yang sinis kepadaku yang tengah asyik berbincang dengan Minwoo. Kini ku tahu kelemahanmu, Young.
“Novela, mengapa kau melamun dan senyum-senyum sendiri ?”ujar dongsaengku yang manis Fiefiet, yang sering ku panggil Fie.
“Sok tahu. Siapa yang melamun ?”ucapku dengan memasang wajah cuek.
“Aish kau ini dari dulu, menjengkelkan !”ujarnya kesal.
“Sudah anak kecil diamlah !”ucapku.
“Apa kau lupa ? aku sudah kelas 1 SMA kau bilang masih anak kecil ?”ujarnya semakin kesal. Ya, meskipun dongsaengku sudah Sma aku masih menganggapnya anak kecil karena sifatnya yang masih polos.
“Ah sudahlah, sana tidur !”ucapku.
“hash, dasar cerewet !”ujar Fie lalu meninggalkan ruanganku.
“Hmm, jika ku mengingat Young. Hati ini sakit sekali, tapi sesungguhnya aku masih cinta.”batinku dalam hati.
*Youngmin pov
“Hari ini ada pertemuan dengan perusahaan Love Style, otomatis aku akan bertemu dengannya.”ucapku dan tiba-tiba dipotong oleh kekasihku.
“Bertemu dengan siapa ?”ujar Shanty.
“Eh, bukan siapa-siapa chagi.”ujarku terbata-batah.
“Kau bohong ! aku sangat hafal dengan ekspresi wajahmu.”ujarnya yang membuatku marah.
“Aku kan sudah bilang ! aku tidak memikirkan siapa-siapa ! kenapa kau selalu curiga denganku ! Crazy !!”lontarku seraya pergi meninggalkan Shanty.
“Young !”lontarnya dan mengikutiku.
“Sudahlah daripada kau menuduhku yang bukan-bukan, lebih baik kau menyiapkan data yang akan dibahas untuk besok “ujarku menuju depan kantor.
“Young, kau mau kemana ?Tunggu dulu !”ujar Shanty menahanku sehingga berkasku jatuh berantakan di lantai dan tak kusangka fotoku bersama Novela jatuh di lantai langsung diambil Shanty.
“Ini foto kau dengan..”ucapnya terbata-batah dan ku lihat air matanya menetes dengan derasnya.
“ini fotoku dengan Shanty ! Ne, aku pernah berhungan dengannya. Bahkan aku masih menyimpan rasa kepadanya !”ucapku menjelaskan kepada Shanty.
“Jadi selama ini kau, kau jahat! kita putus !”ujarnya seraya pergi meninggalkanku dengan sejuta tangis yang membuatku perih.
“Ah aku tak peduli dengan tangisan itu ! karena ku tahu ku mencintai Novela.”batinku dalam hati.

Minwoo poV*

“Kalau dilihat-lihat Novela itu sangat cantik, dan dia perhatian denganku. Aish waeyo aku jadi kepikiran Novela ? “batinku tanpa memperhatikan lantai yang licin sehingga aku menimpa tubuh yeoja itu.
“Cupp.. “ suara kecupanku yang langsung mendarat di bibir mungil yeoja itu dan cukup bertahan lama.
“Heh, apa yang kau lakukan ????” ujar Novela mendorongku, ya yeoja yang ku cium itu adalah bos cantikku Novela.
“Mianhe,aku tak sengaja. Aku terpeleset karena lantai licin itu. Sungguh !”ucapku mencoba menjelaskan.
“Ih menyebalkan !” ucap Novela sambil merapikan bajunya dan pergi meninggalkanku.
“Aduhh salah fatal !”ujarku seraya duduk di meja kerjaku.
Di meja kerja
“Aduh bodoh sekali,waeyo aku bisa menciumnya ?Ahh bodoh !”batinku dalam hati sambil memutar-mutarkan bulpoint yang ku pegang.
“Kau ikut aku ke ruangan !” ujar Novela dengan ketus.
“Aduh, dipecat ini !”batinku dalam hati.
“Duduk !”ujar Novela sambil melirikku dengan sinis.
“Mianhe, aku benar-benar tidak sengaja. Sungguh, aku mohon jangan pecat aku.”Lontarku dengan wajah melas.
“Hah pecat ? Siapa yang akan memecatmu ? Ih kau jangan kepedean ya, siapa yang peduli dengan ciumanmu tadi.”ujarnya.
“Ah sudahlah, kau ku panggil kesini untuk menelpon perusahaan Style Fashion. Nanti pertemuannya dipindah di Taman kita saja.”sautnya kembali dengan wajah yang serius.
“Baiklah.”ujarku seraya meninggalkan ruangannya.

*Novela pov

-flashback
“Cup..”suara kecupan dari namja tampan yang tepat di bibirku membuatku terperangah, namja itu Minwoo.
“Heh apa yang kau lakukan ?” ujarku sambil mendorongnya.
_now_
“waeyo with me ? kenapa aku kefikiran hal tadi, dan hati ini bergetar saat Dia tiba-tiba..”ujarku.
“Ah apa yang kau pikirkan Nov ? Ne, lebih baik aku konsentrasi untuk menghancurkan Style Fashion, tinggal satu langkah lagi untuk menghancurkan Young !”ujarku sambil tersenyum puas.
“Minwoo apa sudah kau beritahukan ?”tanyaku pada Minwoo yang sedang mengotak-atik laptopnya.
“Sudah, katanya mereka dalam perjalanan.”ujar Minwoo.
“Baiklah sekarang kita kesana.”lontarku.
“Sekarang Nov ?”tanyanya.
“Enggak tahun depan, ya sekaranglah.”ucapku sambil memanyunkan bibirku karena kesal.
“Haha jika raut wajahmu seperti itu kau sangat menggemaskan !”ujarnya sambil mencubit pipiku.
“Ih kau !” lontarku kesal.
“Mianhe, aku tidak bermaksud.”ujarnya
“Ya sudahlah ayo kita ke taman sekarang !”ucapku sambil membalikkan badan dan tersenyum mengembang. Entah mengapa aku senang sekali saat Dia mencubit pipiku.

DI TAMAN

“Anyeong, selamat siang.”sapa Youngmin dengan senyum mengembang. Sebentar aku tak melihat yeojachingunya.
“Ne, selamat siang. Dimana sekertarismu ?”tanyaku.
“Dia tidak datang,ada urusan.”ujarnya.
“baiklah kita mulai perundingannya.”ucapku.
“Begini, menurut perhitungan yang selektif antara untung rugi bekerja sama dengan perusahaanmu, ternyata yang ku temukan selama sebulan ini mengalami kerugian. Jadi mianhe, aku membatalkan kontrak kerja kita.”sautku dengan tersenyum ketus.
“Tapi…”ujarnya.
“sudahlah saudara Young, saya masih banyak urusan dengan perusahaan lain. Permisi. Ayo Minwoo kita pergi !”ujarku sambil menggandeng tangan Minwoo. Rasanya senang sekali akhirnya aku berhasil menghancurkan Style Fashion, karena tidak disadari pertemuan kami hanya membuang-buang waktunya dan malah membuatnya bangkrut. Tapi saat ku lihat tatapan itu, tatapan kekecewaan. Waeyo aku merasa sangat bersalah ? bukankah ini yang ku mau ?.
“Hei Kenapa kau melamun ?”ujar Minwoo sambil memegang pundakku.
“tidak, hanya kecapean.”ujarku mencoba membohonginya.
“Aku tahu kau sedang bohong.”ujarnya sambil menatap mataku.
“Ayo ikut aku !”sautnya kembali.
“kemana ?”tanyaku yang tiba-tiba ditarik Minwoo untuk menaiki motor merahnya yang besar.
“sudahlah.”ujarnya.

#
“Kita sudah sampai.”ujarnya dengan senyum mengembang.
“dimana kita ?”tanyaku sambil memandangi pemandangan danau yang sangat indah. Danau yang masih murni, dihiasi angsa-angsa yang menari dan kura-kura yang berdiam di bebatuan.

“Ini adalah danau favoritku, ku sebut dia Danau Beauty. Sejak kecil, jika aku sedih aku selalu kesini. Lalu aku menaiki perahu kayu yang dibuatkan oleh appaku sambil memandangi indahnya danau ini.”ujar Minwoo sambil menarikku untuk menaiki perahu.
“Bagaimana ? Apa kau suka ?”tanyanya.
“Aku suka sekali,its amazing.”ujarku sambil senyum mengembang.
“Baiklah, ayo turun !” ujar Minwoo sambil menarikku turun dari perahu lalu mengajakku duduk dibawah pohon yang sangat rindang.
“sekarang, coba jelaskan waeyo kau sedih Novela ?”tanyanya.
“Ceritanya panjang.”ujarku.
“ceritakanlah secara berurutan agar hatimu lega.”ujar Minwoo.
“Youngmin.”ujarku.
“Waeyo dengan Mr.Youngmin ?”tanyanya.
“Dia adalah bekas kekasihku, ya kekasihku, cinta pertamaku yang berhasil membuatku bahagia dan berhasil juga membuatku terluka.”lontarku mencoba menjelaskan dengan penuh derai air mata.
“Mwo ? Jadi dulu kalian adalah sepasang kekasih ?”tanya Minwoo.
“Ne”ucapku yang diiringi tetesan air mata yang tak kunjung berhenti.
“Sudahlah, jangan menangis. Aku selalu disini untukmu.”ujarnya sambil memelukku dengan erat.
“dan anehnya, mengapa setelah diriku berhasil menghancurkannya malah aku merasa bersalah ?”tanyaku pada diriku.
“sebenarnya sebuah kejahatan tidak perlu dibalas dengan kejahatan, jika kau membalasnya dengan kejahatan, apa bedanya kau dengannya ?”ujarnya membuatku sejenak berfikir.
“toh sebenarnya jalan berdamai itu lebih baik daripada harus membalaskan dendam yang tiada henti-hentinya.”sautnya kembali , tak ku sangka namja yang terlihat selalu bercanda bisa berbicara sebijak ini.
“Tapi aku sudah menghancurkan Young, bahkan mungkin sekarang semua harta bendanya disita oleh bank.”ujarku merasa bersalah.
“aku tahu Young sangat mencintai perusahaannya.”ujarku sambil merunduk semakin bersalah.
“Hei lihatlah aku, kau harus buktikan bahwa kau tidak sejahat dia.”ujarnya.
“Dengan cara apa ?”tanyaku.
“mungkin kau bisa mengajak bekerja sama dengan perusahaan Style Fashion.”ujarnya.
“maksudmu ?”lontarku kebingungan.
“ya, perusahaan love style akan bekerja sama dengan style fashion.”lontarnya dengan senyum mengembang.
“Baiklah.”ujarku.
“sekarang tersenyumlah,jangan kau ganti senyum manismu itu dengan tangis kesedihan karena itu akan mengurangi 1% dari kecantikanmu.”ujar Minwoo mebuatku kembali tersenyum.
“Namja ini, namja yang selalu membuatku bertanya? Seberapa hebatkah Dia ? yang bisa melunakkan dendam yang membara di hatiku menjadi cair seperti air yang terus mengalir tanpa hambatan sebuah dendam. Dan seberapa pintarnya dia ? yang berhasil menghapus air mataku dan merubah semua menjadi indah tanpa masalah. Dan seandainya saja dia adalah….”batinku dalam hati.
“hai, mengapa kau melamun ? sedang membayangkanku ya ?” tanyanya.
“Iih kau terlalu banyak mengaharap, haha.”ujarku sambil berlari mengejarnya karena dia mencubit pipiku.
“Ne, dan seandainya saja kau adalah namjachinguku, yang akan selalu menemaniku dan mewarnai hari-hariku dengan cinta.” Batinku dalam hati sambil mengulum senyum pada Dia, Minwoo.

Tiba-tiba dia berhenti dan mendekat kepadaku lalu ia berkata….

“Novela, would you be my girlfriend?”ucapnya membuatku senyum mengembang.
“Ini yang ku impikan .” batinku dalam hati.
“tidak, aku tidak mau !”ucapku acuh.
“ya sudahlah.”ujarnya kecewa.
“aku mau kita menikah, bukan sekedar pasangan kekasih.” Ucapku sambil merunduk malu.
“Mwo ??? tentu … tentu aku setuju ”ucapnya sambil mencium telapak tanganku dan memasangkan cincin yang dibuatnya sendiri dari beberapa ranting yang sudah rusak menjadi perhiasan yang sangat indah, benar-benar membuatku bahagia.

*Youngmin PoV*

“Sangat wajar jika Novela melakukan ini padaku. Bahkan mungkin semua ini tiada sebanding dengan apa yang ku perbuat dengannya sewaktu dulu. Aku memang bersalah, sangat bersalah.” Ujarku.
“Young !”lontar seorang yeoja, yeoja yang suaranya sangat familiar. Kuputuskan untuk membalikkan badan. Ne, yeoja itu Novela dan disampingya berdiri namja itu, Minwoo sekertarisnya atau lebih tepatnya calaon namjachingunya.
“Young, bisa kita bicara sebentar ?”tanya Novela tak ku jawab hanya ku ikuti jejak langkahnya membawaku ke tempat duduk di taman. Untuk sementara namja itu tidak mengikuti kami yang sedang berjalan bersama.
“mianhe, jeongmal mianhe.”ucapnya sambil meneteskan air mata.
“tak perlu minta maaf,karena aku yang salah. Bahkan semua yang kau lakukan ini tidak seberapa dengan kesalahanku dulu yang mengecewakanmu dan menghinamu.” Ucapku mencoba menjelaskan.
“tidak, kau memang salah tapi tidak seharusnya aku begini. Maukah kau bekerja sama denganku ?”tanyanya membuatku sedikit kaget.
“Apa kau yakin ?” tanyaku.
“Ne, ini cek pinjaman dariku dan selamat bekerja sama dengan perusahaan Love Style.”ujarnya dan berjabat tangan denganku.

Tiba-tiba namja itu datang..

“dan datanglah di acara pernikahan kami.”saut namja itu yang ku tahu namanya Minwoo.

Saat namja itu berkata demikian, sebenarnya hati ini sakit. Tapi sudahlah, mungkin Minwoo adalah namja yang tepat untuk Novela yeojaku tersayang.
“oh jadi kalian sudah berpacaran ?”tanyaku.
“Ne begitulah.”ucap Minwoo dan Novela kompak. Rasanya iri sekali, andaikan saja Shanty disini. Ne, seharusnya aku bersama Shanty. Dia yang selalu ada untukku tapi malah ku balas dia dengan….
“Tidak, Shanty..” ujarku sambil berlari.
“Kau mau kemana ?”tanya Novela.
“Aku mau mengejar cintaku ke Indonesia, Shanty….” Lontarku keras, rasanya aku tak mau melakukan kesalahan yang sama dan untuk kedua kalinya karena ku yakin yeoja yang ku cintai adalah Shanty.

DI INDONESIA, tepatnya di rumah Shanty.

“Permisi..” selalu ku katakana salam, karena ku tahu adat di negeri Indonesia menjunjung tinggi perilaku sopan.
“Iya, KAU !!!”lontar yeoja yang ku cinta dan langsung menutup pintunya dengan cepat.
“Shan, aku tahu kau marah. Mungkin tidak ada yang perlu dijelaskan, tapi yang kau harus tahu perhatianmu padaku menyadarkanku bahwa kau adalah cintaku ! ku mohon bukalah pintu rumah dan bukalah pintu hatimu dan ku mohon kembalilan ke pelukanku.”ujarku dan setelah sekian lama ku menunggu, ku lihat pintu rumah terbuka dan Shanty datang kepadaku.
“Apa kau benar dengan perkataanku ?”tanyanya.
“Aku benar, benar-benar mencintaimu.” Ucapku.
“aku juga benar-benar mencintaimu.” Lontarnya sambil memelukku, membuatku bahagia.
“sebentar, aku tidak mau jadi namjachingumu !”lontarku membentak.
“lantas yang tadi ?”tanyanya dengan wajah kecewa.
“aku tak mau kau jadi yeojachinguku, aku mau kau jadi istriku !”lontarku keras.
“hah ?”ucapnya sambil tersenyum.
“Ne, marry me ?”ucapku sambil menggenggam tangannya.
“tidak, aku tidak mau !”lontarnya membuatku kecewa.
“tidak ?”tanyaku.
“Ne, TIDAK mau untuk menolak lamaranmu !” ucapnya dengan senyum mengembang.
“are you serious ? waw I’m happy !!!”lontarku sambil memeluk Shanty.
“dan akhirnya kini ku tahu cinta sejatiku adalah Shanty. Yeoja yang selalu ada untukku disaat ku sedih atau senang. Yeoja yang tegar menghadapi namja yang keras kepala sepertiku.yeoja yang akan menjadi yeoja terhebatku.”batinku dalam hati.

END

(sunny hanani)

Senin, 17 Juni 2013

C I N T A


Berjuta makna tercipta dalam lima huruf yang ku sebut itu C I N T A
Seperti disaat ku menatap matamu
Mata yang memancarkan cahaya, memasuki relung-relung hatiku membuatku tak berdaya
Atau  seperti senyummu
Senyum manis dengan sepasang lesung pipi yang menambah kesempurnaan dirimu di mata maupun hatiku
Atau dengan candamu yang berhasil membuang segala rasa sedih yang ada di hatiku dan mengubahnya menjadi rasa bahagia saat di dekatmu

Mungkinkah ini C I N T A ?
Sebuah rasa yang mengubah mendung dikala hujan tangisku menjadi lebih berwarna seperti pelangi di langit sore.
Atau  sebuah rasa yang masih tak bisa dijelaskan oleh kata-kata,
Rasa dimana rasa takutku untuk jatuh cinta telah berubah menjadi sangat berani merasakan jatuh cinta karena senyum dan candamu.
Dan anehnya, cukup beberapa detik kamu di dekatku telah membangun bangunan cinta yang kokoh di hatiku
Dan bila ku berfikir, aku tak tahu alasan mengapa aku mencintaimu ?
Karena aku mencintaimu tanpa alasan ,
Kamu tiba-tiba datang disaat yang tak terduga,
Datang dan langsung menempati hatiku yang pernah terluka,

Menumbuhkan rasa yang indah dan kusebut itu CINTA.